You are here
Mahasiswa FK UNY Ikuti Kegiatan Strategi Manajemen Kecemasan untuk Mendukung Stabilitas Mental

Menjalani perkuliahan di Fakultas Kedokteran dikenal luas sebagai salah satu jalur akademik yang paling menantang dan kompetitif, di mana tuntutan kurikulum yang padat serta ujian yang datang bertubi-tubi sering kali memicu tekanan psikologis berupa kecemasan tinggi bagi para mahasiswanya. Guna mengantisipasi dampak negatif dari beban studi tersebut, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) secara proaktif membekali diri dengan menghadiri agenda edukatif bertajuk “Strategi Manajemen Kecemasan Melalui Intervensi Kognitif bagi Stabilitas Mental Mahasiswa”. Acara krusial yang diselenggarakan pada Selasa, 5 Mei 2026 ini, mengambil tempat di Gedung Moh. Amien Lantai 3 dan berhasil bertransformasi menjadi ruang diskusi yang sangat dinantikan oleh para mahasiswa yang berkomitmen penuh untuk menjaga keseimbangan antara performa akademis dan kesehatan jiwa mereka.
Dalam kesempatan yang sangat berharga ini, pihak penyelenggara menghadirkan Nanang Erma Gunawan sebagai narasumber utama yang mengupas tuntas formula pengelolaan stres secara ilmiah namun tetap praktis untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pemaparan materi yang mendalam, komprehensif, dan interaktif, narasumber menekankan betapa pentingnya kemampuan mahasiswa dalam mengenali distorsi pola pikir sejak dini, mengendalikan fluktuasi emosi yang kerap memuncak saat menghadapi tekanan, serta membangun mekanisme coping yang sehat dan adaptif. Pendekatan berbasis intervensi kognitif yang disampaikan sepanjang sesi ini dirancang khusus untuk menjadi tameng psikologis yang efektif, sehingga mahasiswa mampu merestrukturisasi pikiran-pikiran negatif yang destruktif menjadi motivasi positif di tengah dinamika perkuliahan yang serba cepat.
Lebih dari sekadar seminar pemenuhan program kerja kampus semata, kegiatan strategis ini hadir sebagai wadah esensial untuk meningkatkan literasi kesehatan mental di lingkungan civitas akademika sekaligus mengasah daya lenting (resilience) mahasiswa dalam menghadapi realitas kehidupan yang kompleks. Dengan berbekal pemahaman baru yang mereka bawa pulang dari forum ini, seluruh peserta yang hadir diharapkan tidak hanya mampu mendeteksi gejala kecemasan pada diri sendiri, melainkan juga piawai menerapkan strategi manajemen kognitif tersebut secara mandiri demi mendukung kesejahteraan psikologis (well-being) mereka secara berkelanjutan. Pada akhirnya, kesadaran dan kesiapan mental yang matang ini diyakini akan bermuara pada lahirnya calon-calon tenaga medis masa depan yang tidak hanya unggul dan cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh, empati, dan stabil secara emosional.

Tik-Tok: @fkuny
Copyright © 2026,