Wujudkan Layanan Inklusif, Mahasiswa Kedokteran Dalami Komunikasi Disabilitas di Blok Masalah Organ Indra

Program Studi Kedokteran UNY menggelar rangkaian kuliah tamu pada Blok 4.2 - Masalah Organ Indra pada tanggal 22 dan 23 April 2026, yang diikuti oleh mahasiswa FK UNY semester ke-empat. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan prinsip sistem pelayanan kesehatan inklusif yang ramah bagi penyandang disabilitas dan kemampuan praktis dalam melayani pasien penyandang disabilitas secara etis dan profesional. Rangkaian kuliah ini terbagi menjadi tiga fokus utama untuk membangun sistem kesehatan yang inklusif dan non-diskriminatif. Kuliah dibuka dengan pemaparan materi Pelayanan Kesehatan bagi Penyandang Disabilitas oleh Dr. dr. Atien Nur Chamidah, M.Dis.St, dosen Fakultas Kedokteran UNY. Pada kuliah ini mahasiswa mempelajari pentingnya aksesibilitas kesehatan, peran tenaga medis dalam layanan inklusif, serta strategi edukasi bagi keluarga penyandang disabilitas. 

Kuliah kedua disampaikan oleh Dr. Rendy Roos Handoyo, M.Pd, dosen Pendidikan Luar Biasa (PLB) Fakultas Ilmu Pendidikan UNY mengenai Orientasi Mobilitas sebagai Sarana Komunikasi dengan Penyandang Disabilitas Netra. Pada kuliah ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, namun juga melakukan role-play untuk mempraktikkan cara mendampingi penyandang disabilitas netra secara aman dan santun, guna membangun kepercayaan saat proses pemeriksaan. 

Topik kuliah ketiga adalah Bahasa Isyarat sebagai Sarana Komunikasi bagi Penyandang Disabilitas Rungu, yang disampaikan oleh Dr. Bayu Pamungkas, M.Pd, dosen Pendidikan Luar Biasa (PLB) Fakultas Ilmu Pendidikan UNY. Pada kuliah ini, mahasiswa mempelajari hambatan yang dialami oleh penyandang disabilitas rungu, serta do’s and don’ts dalam berkomunikasi dengan mereka. Mahasiswa juga mempelajari abjad dan frasa medis sederhana dalam bahasa isyarat, langsung dengan Bapak Aziz, seorang penyandang disabilitas rungu. Mahasiswa juga mempraktikkan komunikasi dokter-pasien dengan Bapak Aziz, seperti menanyakan identitas, keluhan yang dialami, serta penyampaian edukasi sederhana termasuk cara minum obat. 

Mahasiswa sangat antusias mengikuti kuliah dan bergantian bermain peran (role-play). Melalui kegiatan ini, calon dokter masa depan diharapkan mampu meruntuhkan hambatan komunikasi dan fisik, sehingga pelayanan kesehatan yang ramah disabilitas dapat terwujud secara nyata di masyarakat.