You are here
Tim Pengabdi FK UNY Perkuat Keselamatan Atlet Hapkido di Lampung

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Yogyakarta (FK UNY) yang dipimpin Prof. dr. Novita Intan Arovah, MPH., Ph.D. melaksanakan kegiatan pemberdayaan pelatih Hapkido dalam bidang keselamatan atlet dan respons cedera di Lampung, 2 Mei 2026. Kegiatan ini dilaksanakan bersamaan dengan rangkaian National Instructor Course XVI Hapkido Indonesia Lampung 2026, sehingga edukasi keselamatan atlet dapat diberikan langsung kepada pelatih dan pengurus Hapkido dari berbagai daerah.
Program PKM mengangkat tema “Pemberdayaan Pelatih melalui Penerapan Decision Tree Respons Cedera sebagai Upaya Mendukung Keselamatan Atlet Hapkido.” Kegiatan ini sekaligus mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui upaya peningkatan keselamatan atlet, pencegahan perburukan cedera, serta penguatan lingkungan latihan yang lebih aman dan sehat.
Dalam kegiatan tersebut, Tim Pengabdi memperkenalkan decision tree respons cedera sebagai panduan praktis bagi pelatih ketika menghadapi cedera saat latihan. Alur ini membantu pelatih menilai kondisi atlet berdasarkan kemampuan gerak, tingkat nyeri, serta adanya tanda bahaya atau red flags, sehingga keputusan awal dapat dilakukan secara lebih aman dan sistematis tanpa mengambil alih peran tenaga medis.
Peserta juga mengikuti simulasi berbagai situasi cedera yang umum terjadi dalam latihan Hapkido serta diperkenalkan pada Injury Surveillance System (ISS) untuk mendukung pencatatan dan pelaporan cedera secara lebih terstruktur. Pendekatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan pelatih dalam merespons cedera, tetapi juga menyediakan data yang dapat digunakan untuk evaluasi dan pencegahan cedera di masa mendatang.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya FK UNY dalam menerapkan hasil penelitian dan keilmuan kesehatan olahraga secara langsung kepada masyarakat. Melalui pendampingan tersebut, pelatih diharapkan tidak hanya berperan dalam meningkatkan kemampuan teknik dan prestasi atlet, tetapi juga semakin mampu membangun budaya latihan yang menempatkan kesehatan dan keselamatan atlet sebagai bagian penting dari proses pembinaan.

Tik-Tok: @fkuny
Copyright © 2026,