FK UNY Berdayakan Lansia melalui Pelatihan Skrining dan Pencegahan Sarcopenia Berbasis Aktivitas Fisik

Yogyakarta – Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Yogyakarta (FK UNY) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Pemberdayaan Lansia melalui Pelatihan Skrining dan Pencegahan Sarcopenia Berbasis Aktivitas Fisik pada Komunitas Lansia IKAPEN UNY.” Kegiatan ini dilaksanakan pada 13 Juni 2026 bertempat di Fakultas Kedokteran UNY dengan melibatkan peserta lansia dari komunitas IKAPEN UNY.

Kegiatan pengabdian ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. Rachmah Laksmi Ambardini, M.Kes. sebagai ketua tim, dengan anggota dr. Rizki Fajar Utami, M.Sc. dan dr. Adika Zhulhi Arjana, M.Med.Sc., Sp.PK.. Selain itu, kegiatan juga melibatkan mahasiswa FK UNY sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) sekaligus bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam pelayanan kesehatan masyarakat.

Sarcopenia merupakan kondisi penurunan massa dan kekuatan otot yang sering terjadi pada lansia dan dapat meningkatkan risiko jatuh, keterbatasan mobilitas, hingga ketergantungan dalam aktivitas sehari-hari. Melalui program ini, tim pengabdian berupaya meningkatkan pemahaman lansia mengenai pentingnya deteksi dini dan pencegahan sarcopenia melalui aktivitas fisik yang tepat dan terstruktur.

Pada sesi skrining, peserta mendapatkan pemeriksaan kesehatan yang meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, tekanan darah, lingkar betis, finger-ring test, pengisian kuesioner SARC-F, serta pengukuran komposisi tubuh menggunakan alat InBody. Tim juga melakukan pemeriksaan kadar gula darah jangka panjang sebagai bagian dari upaya pemantauan kesehatan lansia secara komprehensif.

Sementara itu, materi aktivitas fisik disampaikan oleh Prof. Dr. dr. BM Wara Kushartanti, M.S., yang memberikan edukasi mengenai pentingnya latihan penguatan otot (strengthening exercise) untuk mempertahankan fungsi fisik dan mencegah sarcopenia. Peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga mempraktikkan secara langsung berbagai latihan penguatan otot yang aman dan dapat dilakukan secara mandiri di rumah (home-based exercise).

Selain pelatihan aktivitas fisik, peserta juga mendapatkan panduan sederhana untuk melakukan skrining sarcopenia secara mandiri. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran serta kemandirian lansia dalam memantau kondisi kesehatannya secara berkelanjutan.

Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi selama kegiatan berlangsung. Banyak peserta aktif berdiskusi, mengikuti praktik pemeriksaan dan latihan fisik, serta menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin. Respons positif tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap program edukasi dan pendampingan kesehatan lansia yang berbasis bukti ilmiah dan mudah diterapkan.

Melalui kegiatan ini, FK UNY tidak hanya memberikan layanan edukasi dan skrining kesehatan kepada masyarakat, tetapi juga mengimplementasikan hasil penelitian dosen di bidang aktivitas fisik, penuaan sehat, dan pencegahan sarcopenia. Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun komunitas lansia yang lebih sehat, aktif, mandiri, dan produktif sehingga mampu menikmati masa tua dengan kualitas hidup yang lebih baik.