Prestasi Gemilang Dosen FK UNY Torehkan , Raih Juara TBSA JOGLOSEMAR 2026 Melalui Inovasi Manajemen Laboratorium

       Civitas akademika Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) patut berbangga. Salah satu dosen terbaik dari Fakultas Kedokteran, dr. Adika Zhulhi Arjana, M.Med.Sc., Sp.PK., berhasil meraih penghargaan sebagai juara dalam ajang The Best Scientific Article (TBSA) pada perhelatan akbar JOGLOSEMAR 2026 yang berlangsung di Banyumas, 6-8 Mei 2026. Prestasi ini mempertegas kontribusi nyata dosen FK UNY dalam pengembangan ilmu kedokteran, khususnya di bidang manajemen laboratorium rumah sakit yang efisien dan akuntabel. Penelitian dr. Adika yang berjudul "Evaluasi Motion Waste Alur Pengambilan Darah Pemeriksaan Cito IGD dan Proyeksi Efisiensi Ekonomi Berbasis Lean Management di RSUD Bumiayu" berhasil menarik perhatian dewan juri karena orisinalitasnya dalam menggabungkan mutu klinis dengan efisiensi ekonomi. Studi ini menyoroti bagaimana sistem pengambilan darah on-call oleh analis di IGD, meskipun menghasilkan kualitas spesimen yang sangat baik dengan angka penolakan sampel 0%, ternyata menyimpan pemborosan tersembunyi yang signifikan.

      Dalam paparannya, dr. Adika menjelaskan bahwa pergerakan bolak-balik analis dari laboratorium ke IGD memicu terjadinya motion waste yang masif akibat efek pemanggilan berulang atau yo-yo effect. Menggunakan analisis Value Stream Mapping (VSM), penelitian ini mengungkapkan bahwa 56,2% dari waktu pra-analitik di RSUD Bumiayu murni dihabiskan untuk aktivitas non-produktif seperti berjalan kaki. Secara kumulatif, pemborosan ini mencapai 671,7 jam kerja per tahun atau setara dengan kehilangan produktivitas satu orang analis penuh (FTE) selama hampir empat bulan.Lebih lanjut, dr. Adika berhasil mengonversi pemborosan waktu tersebut ke dalam parameter finansial yang disebut Cost of Poor Quality (CoPQ). Hasilnya mengejutkan; inefisiensi ekonomi yang ditimbulkan mencapai Rp 143,6 juta per tahun. Nilai ini mencakup kerugian produktivitas tenaga kerja senilai Rp 24,7 juta serta opportunity cost sebesar Rp 118,9 juta akibat tertahannya perputaran tempat tidur (bed turnover) di IGD bagi dua pasien baru setiap harinya.

       Sebagai solusi inovatif, dr. Adika merekomendasikan modifikasi alur kerja berupa penempatan analis standby di IGD maupun penggunaan pneumatic tube system. Rekomendasi ini diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan bed pasien tanpa mengurangi kualitas pelayanan medis yang sudah ada.Kemenangan ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh dosen dan mahasiswa FK UNY untuk terus melahirkan riset yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memberikan solusi aplikatif bagi manajemen kesehatan di Indonesia. Prestasi dr. Adika membuktikan bahwa dosen UNY mampu bersaing di level regional dan nasional dalam menghadirkan terobosan manajemen kesehatan berbasis data yang presisi.